SOLUSI BELI RUMAH BAGI PASANGAN BARU



     Rumah merupakan impian setiap orang. Hunian yang nyaman dalam lingkungan yang aman adalah dambaan setiap keluarga. Terutama keluarga yang baru saja menikah, rumah adalah yang pertama kali menjadi area privasi dan tempat tumbuh kembang anak.
     Membeli rumah memerlukan komitmen yang tinggi bagi setiap pasangan baru. Karena membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit. Sebelum memutuskan membeli rumah, perlu pertimbangan yang sangat banyak terutama bagi Anda sebagai pasangan yang baru menikah.
     Generasi milenial saat ini tidak lagi seperti generasi era 80 - 90 an, yang mana hanya suami saja yang bekerja. Banyak dari kalangan istri yang bekerja meninggalkan rumah. Maka dari itu, pemilihan rumah yang dekat dengan transportasi umum, dan tempat kerja menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan membeli rumah.

Berikut tips membeli rumah bagi Anda pasangan muda milenial. Tips ini bisa menjadi referensi Anda yang baru saja menikah untuk mendapatkan rumah yang nyaman dan aman bagi keluarga baru Anda.

1. Membeli Rumah, bukan Menyicil Rumah

      Pastikan Anda dan pasangan Anda berkomitmen untuk fokus dalam mendapatkan rumah tanpa membebani sisi manajemen finansial dalam rumahtangga yang baru Anda bangun. Banyak saat ini pasangan muda atau bahkan yang masih single menerapkan "Frugal-Livings" atau dalam bahasa inggris economic living style, yang berarti menerapkan hemat pangkal kaya, dalam arti hidup sederhana. Hemat dalam hal ini bukan pelit, akan tetapi membagi pemasukan dari penghasilan baik dari gaji, maupun dari pendapatan profit dari usaha yang dimiliki menjadi beberapa post-purchase dan tabungan. Sederhana juga berarti hanya membeli kebutuhan yang hanya dibutuhkan, bukan membeli apa yang diinginkan. Disini kita membicarakan tentang menyisihkan sebagian dari income bulanan dalam rangka membeli tanah berikut rumahnya. 



     Fokuskan sepertiga gaji atau minimal seperempat gaji untuk disimpan dalam kepemilikan rumah. Ingat ya, rumah itu dibeli bukan dicicil, dan rumah itu dibangun mulai dari pembelian tanahnya, bukan membayar angsuran setiap bulannya. Baik sekali bilamana bonus tahunan dan THR juga disimpan dan dikumpulkan bersama tabungan pembelian rumah.
     Tentukan budget dalam kepemilikan rumah. Budget ini dapat dijadikan target, hingga sampai kapan simpanan ini akan cair untuk membeli tanah, dan atau rumah.


Rumah itu dibangun, bukan dicicil

    Prinsip ini harus selalu menjadi motivasi dalam rencana kepemilikan rumah Anda bersama pasangan Anda. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming KPR murah atau KPR DP murah, karena pada akhirnya Anda hanya akan menyesal dengan banyaknya pengeluaran yang harusnya sedikit, malah menjadi membengkak berkali-kali lipat karena jebakan KPR di kemudian hari. 

2. Berawal dari Sewa Rumah, Nge-Kos, atau tinggal di Rumah Orang Tua

    Sebelum menikah, biasanya setiap orang tinggal bersama orang tuanya. Kamar lama ketika masih jomblo bisa menjadi tempat privasi bagi Anda, pasangan yang baru menikah. Tinggal bersama orang tua, sembari menghemat pengeluaran juga bermanfaat untuk belajar banyak dari orang tua tentang bagaimana membina rumah tangga, juga untuk mengenal masing-masing pribadi pasangan (makanan kesukaan, kebiasaan setiap hari) dari orang tuanya, kadang sebelum menikah Anda hanya mengenalkan diri secara garis besar saja, tapi tidak tahu kebiasaan sehari-hari, hanya orang tua Anda dan pasangan Anda yang tahu kebiasaan dan kesukaan masing-masing. 



    Berhemat dalam hal ini adalah perihal tempat tinggal yang mana bila sewa pastinya ada pengeluaran untuk sewa, juga pengeluaran lainnya seperti tagihan listrik, tagihan air, tagihan telepon dan internet. Juga dalam hal kebutuhan makan, bisa berhemat, artinya bersama orang tua bisa bersama-sama iuran membeli bahan makanan bersama untuk dihidangkan bersama anggota keluarga lain, hal ini bisa menghemat pengeluaran dengan memasak makanan sendiri di rumah untuk dihidangkan ke seluruh anggota keluarga. Bandingkan bila tinggal sendiri di rumah sewa atau rumah sendiri, pastinya banyak pengeluaran yang ditanggung sendiri sehingga uang yang ditabung tidak bisa maksimal dalam memenuhi target kepemilikan rumah sendiri. 

    Setelah menikah tentunya ingin hidup mandiri dan ingin memiliki privasi dengan kondisi kamar atau ruang pribadi bersama pasangannya. Bagi yang belum memiliki rumah sendiri, solusi tempat tinggal pertama kali adalah bersama orang tua, akan tetapi biasanya menantu agak canggung bila bersama mertua terus menerus. Sewa rumah atau nge-kos menjadi pilihan bagi Anda yang baru menikah, tak mengapa bila menjadi pengeluaran dari penghasilan Anda asalkan bisa mandiri dan pisah dengan orang tua. Pilihan ini juga harus banyak pertimbangan, dari sisi manajemen finansial juga dari sisi psiko-sosial. Karena juga akan berhubungan dengan tetangga dan masyarakat sekitar. Tentunya secara finansial akan ada banyak lagi pengeluaran untuk iuran di kampung, dan sumbangan sosial. Secara psiko-sosial pastinya akan ada gesekan dan harmoni dengan orang sekitar atau tetangga yang mempengaruhi psikologi di dalam keluarga.



    Hidup sederhana menjadi kontrol dalam pengendalian keluar masuknya uang. Finacial Management sangat penting dalam pengendalian keuangan di dalam keluarga.

Uang adalah Kendaraan yang Kita Kendalikan, bukan Uang yang Mengendalikan Kita

    Sebenarnya uang bukanlah masalah di dalam kehidupan berkeluaraga, akan tetapi bagaimana mengelola uang dengan baik, terutama dalam mencapai target kepemilikan rumah. Sewa rumah, ataupun nge-kos dengan berbagai pertimbangan adalah cara mengendalikan keuangan dalam capaian memiliki rumah sendiri.

3. Lokasi

    Lokasi menjadi prioritas utama bagi pasangan yang sama-sama bekerja. Dekat dengan transportasi umum, pasar, dan tempat kerja menjadi pilihan utama. Lokasi yang strategis tentunya harga yang tidak murah, maka dari itu budget yang sejak awal sudah dicapai menjadi penentu dimana lokasi rumah yang akan dibeli. 



    Tidak mengapa bila lokasi berada di pinggiran kota, bisa jadi dengan harga yang lebih murah dari harga di tengah kota, setidaknya dekat dengan fasilitas umum, dan transportasi publik, yang mana memudahkan Anda sebagai pasangan pekerja tidak terlambat masuk kerja. Dan juga bila membeli kebutuhan hidup sehari-hari, pasar atau toko terjangkau atau dekat hanya dengan jalan kaki, sehingga menghemat pengeluaran.

    Perlu adanya riset sebelum membeli lokasi rumah, apakah lokasi strategis, aman, nyaman, dalam hal ini bebas banjir tentunya, kondisi tanah stabil, untuk jangka panjang, lokasi memiliki akses kendaraan bermotor seperti motor dan atau mobil. 

    Kompare antara lokasi terdekat, baik dari segi harga, luas tanah, posisi tanah, dan akses jalan. Hal ini bisa dilakukan demi mendapatkan rumah sesuai dengan apa yang Anda impikan.

    Ada beberapa trik untuk mendapatkan harga tanah dan atau rumah yang murah, yaitu membeli ketika ada orang yang bener-bener BU (Butuh Uang). Bisa dipastikan harga bisa dinego dan lebih murah dari harga pasaran.

4. Harga Rumah sesuai Budget

    Rumah yang akan dibeli harus sesuai dengan budget yang Anda miliki, jangan sampai harga rumah melebihi budget, karena akan menyusahkan Anda untuk mendapatkan kembali tambahan atas harga rumah tersebut. Nego sejadi-jadinya hingga sesuai dengan budget yang Anda miliki, atau di bawah budget, ini akan menguntungkan Anda bila di bawah budget. Jangan sampai Anda terpengaruh oleh pihak ketiga (calo), transaksi Anda hanya dengan penjual saja. Kadang-kadang pihak ketiga tiba-tiba ada yang nimbrung dalam pertemuan Anda dengan penjual.



    Yakinkan diri Anda bahwa harga rumah yang Anda inginkan sudah sesuai dengan tawaran Anda, jangan terpengaruh oleh penjual dan atau pihak ketiga dengan membanding-bandingkan dengan lokasi lain. Karena Anda sudah melakukan riset atau survey ke beberapa lokasi sebelum Anda memutuskan untuk menawar rumah yang akan Anda beli sesuai budget Anda. Keputusan membeli ada di tangan Anda.

5. Legalitas atas Hak Milik

    Pastikan surat-surat kepemilikan tanah dan bangunan berada di tangan penjual dalam kondisi sesuai yang ditawarkan. Pada saat tawar-menawar, pastikan penjual memperlihatkan surat-surat dan dokumen legalitas atas tanah dan bangunan. Hal ini bisa juga mempengaruhi harga dan juga kenyamanan Anda dalam memiliki tanah dan bangunan yang Anda beli yang di kemudian hari tidak akan merepotkan Anda lagi dalam kepengurusan. Kelengkapan legalitas ini mempengaruhi waktu dan terutama pengeluaran Anda di luar budget yang Anda miliki.



6. Notaris

    Gunakan jasa notaris dalam transaksi Anda. Notaris yang dimaksud adalah notaris yang notabene memiliki kredibilitas dalam pengurusan baliknama dokumen hak milik atas tanah dan bangunan yang Anda beli. Banyak calo yang mengaku notaris, akan tetapi dia sendiri tidak memiliki kantor notaris. Biasanya calo ini menggunakan jasa notaris lain dalam wilayah kabupaten/kotanya. Mulai proses booking, akad jual beli, hingga baliknama hanya memerlukan waktu 2-3 minggu.



7. Tanah

    Jangan khawatir bila budget Anda hanya bisa untuk membeli tanah. Anda tetap bisa memiliki rumah dengan membangun. Anda bisa ulangi lagi menyusun budget untuk membangun rumah, selagi Anda dan pasangan masih mengontrak atau sewa rumah ataupun nge-kos, tidak masalah bagi Anda asalkan tetap fokus dan komitmen bersama pasangan.

    Sekali lagi ingat,

 Rumah itu Dibangun, bukan Dicicil

   


    Hindari transaksi KPR Bank konvensional yang pastinya akan merugikan Anda dengan bunga yang ngeRI-BAnget. Dengan Anda menabung dengan cara "Frugal Living", paling lama 5 tahun Anda bisa memiliki rumah tanpa menyusahkan manajemen keuangan keluarga Anda. Kalau Anda terlanjur mengambil keputusan dengan KPR, bisa dipastikan Anda akan menikmati rumah dengan aman dan nyaman setelah 10-20 tahun. Karena dalam rentang waktu tersebut, Anda sudah terbebas dari cicilan yang memberatkan Anda. Kalau Anda mulai mencicil umur 25 tahun, Anda akan menikmati rumah Anda pada umur 45 tahun, sudah pasti uban di rambut Anda dan keriput kulit Anda sudah menyebar ke seluruh badan Anda. 



Tips menyelesaikan KPR di tengah waktu akan dijelaskan dalam artikel lain dalam blog ini. Tetap pantau dan share artikel ini seluas-luasnya kepada teman dan kerabat Anda. 

Semoga bermanfaat.

Penulis: Anton Pramono (Blogger dan Konten Kreator)




Komentar